PROMEDIA - Progressive & Penuh Fakta
Masuk
Mahasiswa Politeknik Negeri Padang Raih Medali Perak di POMNAS XIX 2025
Kembali ke BerandaKemahasiswaan

Mahasiswa Politeknik Negeri Padang Raih Medali Perak di POMNAS XIX 2025

AAdminSenin, 2 Maret 202618 views

Keringat, perjuangan, dan mental baja akhirnya mengantarkan mahasiswa Politeknik Negeri Padang jurusan D4 Teknologi Informasi, M Afis Sena, meraih medali perak pada cabang atletik lari jarak jauh 10.000 meter di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025, Jawa Tengah.

Keringat, perjuangan, dan mental baja akhirnya mengantarkan mahasiswa Politeknik Negeri Padang jurusan D4 Teknologi Informasi, M Afis Sena, meraih medali perak pada cabang atletik lari jarak jauh 10.000 meter di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025, Jawa Tengah. Meski harus menghadapi teriknya matahari dan tekanan mental akibat kartu penalti, ia mampu membalikkan keadaan dan finis di posisi kedua.

Dalam wawancara, sang atlet mengaku jalannya perlombaan terasa sangat berat. “Start pukul 7 pagi di Semarang itu sudah terik. Biasanya start jam 6 atau 6.30. Awalnya saya bisa menempel pemegang emas dari Pelatnas, tapi setelah kilometer ke-4 panas semakin terasa dan saya harus menurunkan kecepatan,” ujarnya.

Kondisi makin sulit ketika ia mendapat kartu penalti, memunculkan trauma dari Kejuaraan Nasional sebelumnya. “Mental saya sempat drop, karena pengalaman di Kejurnas membuat saya gagal di posisi keempat. Tapi saya berusaha bangkit dan tetap menjaga tempo,” tambahnya.

Hingga kilometer ke-8, posisinya berada di luar tiga besar. Namun dengan tekad kuat, ia berhasil menyalip pesaing dari Sulawesi Selatan. “Di dua lap terakhir saya bisa mengejar dan akhirnya finis di posisi kedua. Rasanya lega sekaligus bangga,” katanya.

Peran Kampus yang Total

Sang atlet juga menegaskan, peran kampus sangat besar dalam perolehan prestasi ini. “Kampus mendukung penuh sejak awal keberangkatan hingga perlombaan selesai. Semua kebutuhan dipenuhi, jadi saya bisa fokus pada pertandingan,” ungkapnya. Dukungan tersebut disebut menjadi salah satu motivasi terkuatnya dalam berjuang di lintasan.

Tantangan Mahasiswa-Atlet

Di balik medali perak yang diraihnya, ia mengaku tantangan terbesar justru datang dari bentroknya jadwal kuliah dengan latihan. “Kalau kuliah pagi, saya harus latihan setelah subuh. Kalau badan sudah lelah akibat kuliah seharian, latihan jadi kurang maksimal,” katanya.

Selain itu, ia juga menghadapi kendala fisik dan mental akibat agenda padat. Dua minggu sebelum POMNAS, ia mengikuti Kejuaraan Nasional yang menyita energi. “Saya sudah habis-habisan di Kejurnas. Di Pomnas ini, saya tidak bisa maksimal karena kelelahan. Mental juga sempat turun gara-gara kalah di Kejurnas,” ucapnya jujur.

Meski begitu, medali perak ini menjadi bukti ketangguhan seorang mahasiswa yang mampu menyeimbangkan dunia akademik dan olahraga. “Saya bersyukur bisa memberikan yang terbaik, meski dengan segala keterbatasan,” tutupnya.

A

Admin

admin

Akun Admin Portal Promedia yang bertugas mengelola portal berita

0 Komentar

Komentar

Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!