PROMEDIA - Progressive & Penuh Fakta
Masuk
Tuntut Keadilan Buruh hingga Pendidikan, Aliansi Mahasiswa Sumbar Gelar Aksi di Depan Gedung Gubernur
Kembali ke BerandaKemahasiswaan

Tuntut Keadilan Buruh hingga Pendidikan, Aliansi Mahasiswa Sumbar Gelar Aksi di Depan Gedung Gubernur

AAdminSenin, 18 Mei 20269 views

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka Hari Buruh dan diikuti dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional di depan Gedung Gubernur Sumatra Barat pada Senin (04/05/2026).

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka Hari Buruh dan diikuti dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional di depan Gedung Gubernur Sumatra Barat pada Senin (04/05/2026).

Dalam orasinya, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sumbar menyuarakan berbagai tuntutan yang mencakup isu ketenagakerjaan, pendidikan, hingga persoalan sosial di Sumatera Barat. Koordinator aksi menyebutkan bahwa masih banyak hak-hak buruh yang dinilai terabaikan, seperti upah yang tidak layak, jaminan kerja, serta perlindungan terhadap pekerja informal.

Rekan-rekan mahasiswa juga menyoroti kondisi dunia pendidikan. Mereka menilai kesejahteraan guru masih belum memadai, terutama bagi tenaga pendidik honorer. Di sisi lain, pemerataan akses pendidikan di daerah dinilai belum optimal, terutama di wilayah terpencil.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara tetapi kenyataannya pendidikan itu belum diterima oleh setiap warga negara, dapat kita lihat anak-anak yang berada di pelosok negeri kita masih belum menerima guru yang masuk kesana. Sedangkan pendidikan di kota dijual mahal hanya bisa dijangkau oleh orang yang mampu,” ucap Mahasiswa Universitas Negeri Padang yang berorasi di tengah demonstran.

Sejumlah persoalan sosial di Ranah Minang tak luput dari tuntutan rekan-rekan mahasiswa, termasuk isu dinamika sosial yang berkembang di masyarakat dan memicu perdebatan publik, sehingga aliansi mahasiswa dan masyarakat meminta pemerintah dan pemangku kebijakan untuk mengambil langkah bijak. Tak hanya itu, mahasiswa juga menuntut pemerintah atas lambannya proses rehabilitasi pasca bencana di beberapa wilayah. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

“Sumbar ini sudah pasca bencana, untuk rehabilitasinya itu agak lamban. Jadi ini tuntutan dari kita adalah bagaimana eksekusi dari pimpinan kita terkhusus di daerah kepada gubernur untuk bagaimana berkinerja yang bagus,“ ungkap Fahmi Mahendra selaku Presiden Mahasiswa Universitas Perintis Indonesia.

Unjuk rasa berlangsung dengan riuh, tapi dengan pengamanan aparat, sebab rekan-rekan mahasiswa meminta Gubernur Sumatera Barat untuk langsung menemui mahasiswa. Namun, hingga akhir permintaan tersebut tidak dikabulkan. Beberapa pihak yang akhirnya datang menemui mahasiswa, yakni Mursalim, selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Sumatera Barat, negosiator dari pihak Polisi Daerah (Polda) Sumbar, hingga Asisten 1 dan Asisten 3 Gubernur Sumbar.

Aksi demo hari ini diakhiri dengan pernyataan pihak aliansi mahasiswa dan masyarakat Sumbar yang mengatakan bahwa akan terus mengawal isu-isu tersebut dan akan terus bersuara hingga pemerintah daerah mendengar tuntutan mahasiswa.

A

Admin

admin

Akun Admin Portal Promedia yang bertugas mengelola portal berita

0 Komentar

Komentar

Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!